Amalan Malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1445 H jatuh pada tanggal 27 Maret 2024.
![]() |
KARMUJI, M.Sy Penyuluh Agama Islam KUA revitalisasi Kecamatan Tuban |
Sejarah
dan peristiwa nuzulul Qur'an selalu diperingati setiap tahun pada hari ke-17 di
bulan suci Ramadan. Hikmah memperingati Nuzulul Qur'an yang dilakukan oleh umat
Islam dalam rangka menghayati dan mengamalkan ajaran yang terkandung
dalam Al-Qur’an untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa,
Nuzulul Qur'an erat hubungannya dengan Lailatul Qadar, yaitu malam penuh
kemuliaan dan berkah pada bulan Ramadan. Nuzulul Qur'an adalah peristiwa
turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Pertama kali
turunnya wahyu Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW saat beliau tengah berada di Goa
Hira, Surat Al Alaq (ayat 1-5). Lalu, Allah SWT kembali menurun wahyu
tiga tahun setelahnya melalui Surat An Nashr.
Allah
SWT menurunkan Al-Qur'an di Makkah dan Madinah. Itulah mengapa,
surat-surat dalam Al-Qur'an terbagi dua golongan, yaitu golongan surat Makkiyah
dan golongan surat Madaniyah.
Masa
turunnya ayat Al-Qur’an golongan Makkiyah berlangsung 9 tahun, dan golongan
surat Madaniyah berlangsung 10 tahun. Proses turun Al-Qur’an tersebut, Nabi
Muhammad SAW sekaligus menjamin eksistensi Agama Islam.
Keutamaan
Nuzulul Qur'an untuk memperoleh keberkahan dari Allah SWT, mengharapkan
Diampuni segala Dosanya, mendapat pahala berlipat-lipat ganda. Untuk mendapat
keberkahan, ampunan dan pahala ada amalan yang diamalkan pada malam Nuzulul
Qur'an sebagai wujud peringatan atas peristiwa Maha Agung dan mulia
tersebut.
Menurut
sebagian para ulama amalan pertama dan utama adalah membaca Al-Qur’an,
memperbanyak baca Al-Qur’an, sehingga mendapatkan pahala dan kemuliaan
yang berlimpah. Amalan berikutnya melakukan Itikaf, yaitu berdiam diri di
masjid, sesuai ketentuan Itikaf seraya membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa,
dan melaksanakan shalat malam, seperti shalat sunat Tahajut, shalat hajat, dan
sejenisnya.
Memperbanyak
shalat malam adalah amalan baik yang diamalkan pada malam nuzul Qur’an,
selanjut memperbanyak do’a sesuai hajat adalah juga bagian dari amalan pada malam
nuzul Qur’an.
Peristiwa
malam nuzul adalah sangat mahal, oleh sebab itu memanfaat kesempatan
tersebut dengan sebaik-baiknya.
Peristiwa
nuzulul Qur’an juga identik dengan malam Lailatul Qadar, amal kebajikan yang
dikerjakan semalam berbanding dengan seribu bulan, bahkan sebagian ulama
berpandangan malam nuzul Qur’an itulah malam Laitul Qadar atau malam Lailatul
Qadar itulah Al-Qur’an diturunkan pertama kali sehingga disebut malam Lalilatul
Qadar malam kemulian melampui seribu bulan lamanya bagi suatu amal kebaikan..


Komentar
Posting Komentar