Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H/2024 M.
Karmuji, S.Sy
Penyuluh Agama
Islam KUA Kecamatan Tuban
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh
rahmat, penuh berkah, dan pengampunan. Bulan mulia yang istimewa di banding
bulan-bulan lainnya.
Pada bulan Ramadhan nilai ibadah dilipatgandakan, do’a-do’a dikabulkan,
dosa diampuni, pintu surga dibuka, sementara pintu neraka ditutup. Ramadhan tak
ubahnya tamu agung yang selalu dinanti-nanti kedatangannya.
Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dalam
menyambut bulan Ramadhan yang mulia. Persiapan itu dibutuhkan agar kita dapat
secara maksimal memanfaatkan dan beribadah di bulan tersebut.
Rasulullah SAW. berpesan kepada umatnya ketika bulan Ramadhan
datang sebagaimana Hadits yang diriwayatkan an-Nasa’i dari Abu Hurairah
berikut.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَتَاكُمْ رَمَضَانُ
شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ
فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ
فِيهِ مَرْدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ. فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
(سنن النسائي الجزأ 7 ص.
Artinya: Dari sahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anh beliau
berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda: Sungguh telah datang pada kalian
bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, yang mana pada bulan tersebut Allah
swt mewajibkan kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu, pintu-pintu langit
dibuka, sementara pintu-pintu neraka ditutup serta syaitan-syaitan dibelenggu.
Pada bulan itu terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan (HR
An-Nasa’i).
Lantas persiapan apa saja yang harus kita lakukan dalam rangka
menyambut Ramadhan ini?
Ada beberapa amaliyah terpuji para ulama saleh dalam menyambut
bulan suci Ramadhan yang bisa kita diteladani.
1. Menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Yahya
bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu
mengucapkan doa:
اَللَّهُمَّ
بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan
sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan.
2. Memperdalam ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan Puasa Romadhan.
Puasa
Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap
Muslim. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar
sah dan sempurna. Sesuatu yang menjadi
prasyarat ibadah wajib, maka kita wajib memenuhi dan mempelajarinya.
Ilmu
tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fiqih puasa merupakan
hal yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim, minimal tentang hal-hal yang
menjadi sah dan tidaknya puasa. Pengetahuan yang utuh tentang bulan Ramadhan
akan menghindarkan kita dari kesalahan-kesalahan yang bisa merusak bahkan
membatalkan ibadah Ramadhan.
3. Banyak berdo’a.
Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan
beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk
berbuat jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam Lailatul Qadar dan
tantangan-tantangan lainnya. Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu
berdoa agar optimis melalui bulan Ramadhan.
4. Bersungguh-sungguh dalam amal dan Beribadah.
Misalnya mengkhatamkan membaca Al-Quran, berapa kali shalat malam,
bersedekah dan memberi makan orang berpuasa, berapa kali menghadiri pengajian
dan membaca buku agama.
Itulah
perencanaan yang benar mengisi Ramadhan, jadi bukan hanya sekadar merencanakan
menu makan dan pakaian kita untuk Ramadhan, tapi lebih diarahkan ke perencanaan
yang matang untuk meningkatkan kualitas ibadah
5. Persiapan ruh dan jasad. Rasulullah saw dan orang-orang saleh tidak
pernah menyia-nyiakan keutamaan Ramadhan sedikitpun. Rasulullah dan para
sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya'ban sebagai latihan
sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan.
Anas
bin Malik ra berkata: ketika kaum muslimin memasuki bulan Sya’ban, mereka sibuk
membaca Al-Qur'an dan mengeluarkan zakat mal untuk membantu fakir miskin yang
berpuasa.
Dengan
mengondisikan diri pada bulan Sya’ban untuk berpuasa, bersedekah dan
memperbanyak ibadah, kondisi ruhiyah akan meningkat, dan tubuh akan terlatih
berpuasa. Maka ketika memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah
membaik, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadhan yang mulia
dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan.
6. Persiapan materi. Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong
bulan Ramadhan adalah persiapan finansial atau materi. Persiapan materi di sini
tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan
mahal bahkan kadang terkesan berlebihan. Tapi finansial yang ditujukan untuk
menopang ibadah sedekah dan infak kita.
Bulan
Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). Sangat
dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang
sangat besar akan didapat manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa,
sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air.
Demikianlah
setidaknya ada enam persiapan yang perlu kita lakukan menjelang Ramadhan.
Semoga Ramadhan 2024 M 1446 H ini ibadah kita lebih baik dan berkualitas di
banding tahun-tahun sebelumnya.



Komentar
Posting Komentar