TIGA NASEHAT JIBRIL KEPADA NABI
Oleh Imam Bukhori, SH, MM.
اْلحَمْدُ
للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ
النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك
لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى
سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى
يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Mengutip kitab Nasoihul Ibad karya syeh
Nawawi Banten, beliau termasuk ulama nusantara,,di riwayatkan dari sahl bin sa’id
bahwasanya Rosululloh pernah bersabda: Jibril pernah datang kepada ku, kemudian
berkata
يَا مُحَمَّدُ ، عِشْ مَا شِئْتَ
فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ ،
وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزيٌّ بِهِ
“Ya
Muhammad, hiduplah sesukamu tapi sesungguhnya engkau akan mati, dan cintailah
siapapun yang engkau mau tapi engkau akan berpisah dengannya, dan berbuatlah
sesukamu tapi sesungguhnya engkau akan mendapatkan balasannya”
Hadits ini mengandung tiga nasihat agung, yaitu: Yang Pertama
adalah:عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ (hiduplah sesukamu tapi
sesungguhnya engkau akan mati). Kita diberi kebebasan untuk menentukan pilihan,
kita mau beribadah atau maksiat itu pilihan, Tapi ingat kita akan mati, dengan
mengingat mati, kita akan ingat dua jalan yakni surga dan neraka, kita
dibebaskan memilih Sebagian ulama’ berkata bahwasannya kalimat ini merupakan
sebuah ancaman dan peringatan, yang menegaskan bahwa kita semua akan
mati, hal ini sudah ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang berbunyi:
كلُّ نَفْسٍ ذَائِقَتُ المَوْت
“Setiap
yang bernyawa pasti akan mati” (QS. Al-Ankabut: 57)”
Pertanyaan selanjutnya bagi kita adalah: Sudah siapkah kita
untuk menghadapi kematian? sudah siapkah kita untuk menghadapi Dzat yang Maha
kuasa? Bekal apa yang telah kita persiapkan? Apakah bekal harta, pangkat dan kekuasaan,
anak-anak kita yang sukses, istri kita yang cantik, atau gelar kesarjanaan kita, apakah itu yang kita persiapkan
untuk menghadapi persidangan Dzat yang Maha adil?
Sungguh kita akan rugi besar jika hanya itu yang kita persiapkan
untuk menghadapi pengadilan-Nya, bahkan kita akan celaka karenanya. Karena
sesungguhnya Bekal terbaik bagi manusia untuk menghadapi persidangan Allah SWT
ialah Hanya Taqwa. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat Al-Baqarah: 197
وَتَزَاوَدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ زَادِ التَقْوَى
“Berbekallah
kamu karena sebaik-baik bekal adalah taqwa”
Pesan yang kedua adalah وأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ (dan cintailah siapapun yang
engkau mau karena sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya).
Makna pesan kedua ini adalah kita boleh mencintai siapapun yang kita mau, kita
diberi kebebasan untuk mencintai siapa saja, apakah itu mencintai istri kita,
mencintai anak kita, mencintai orang tua kita, mencintai sahabat kita,
mencintai saudara kita, bahkan mencintai
harta benda kita sekalipun, namun perlu kita ingat bahwa suatu saat nanti kita
akan berpisah dengannya, perpisahan itu sungguh menyakitkan, jika tidak, maka
Rosululloh tidak akan menangis saat di
tinggal wafat oleh sayidah khotijah, Sungguh
berpisah itu sangat menyakitkan berpisah bisa karena kematian atau pengkhianatan,
ada dawuh
Cintailah
kekasihmu biasa saja karena suatu saat akan menjadi musuhmu dan begitu sebaliknya
bencilah musuhmu biasa2 saja suatu saat
akan menjadi kekasihmu
Oleh karena itu, kita sebagai hamba Allah yang beriman kepadaNya,
hendaknya di dalam setiap mencintai siapapun dan apapun itu, Cintailah
sewajarnya saja. Jangan sampai kecintaan kita kepada sesuatu itu melupakan
Allah SWT
Dan nasihat Jibril yang terakhir yang ketiga adalah وَاعْمَلْ
مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُجْزِيٌّ بِهِ (dan berbuatlah sesukamu, tapi ingat setiap
perbuatan pasti ada balasanya).
Pesan terakhir malaikat jibril kepada Rasulullah ini merupakan
sebuah pesan dan peringatan yang besar tentunya bagi kita selaku umatnya Rasulullah
SAW, bahwasannya kita sebagai manusia pasti akan dimintai pertanggung jawaban
oleh Allah SWT atas segala apa yang telah kita lakukan di dunia ini, perbuatan
baik akan dibalas dengan kebaikan pula, begitu juga sebalikny,brang siapa yang
menanam benih, pasti dia akan menuai hasilnya, Manusia adalah makhluk yang
paling sempurna yang diciptakan Allah SWT di dunia ini, sehingga manusia diberi
kedudukan yang lebih tinggi dari makhluk Allah SWT yang lain. Kesempurnaan
manusia itu dibuktikan karena manusia dianugerahi otak yang mampu berfikir
sehingga manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Bukankah kita ingat, bahwa manusia dihadapan Allah itu sama, hanya
satu yang membedakan yaitu Ketakwaannya.
sekali lagi
, وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ
فَإِنَّكَ مُجْزِيٌّ بِه (dan
berbuatlah
sesukamu didunia ini, tapi ingatlah setiap perbuatan pasti ada balasanya). Kita
tanam kebaikan di dunia ini, maka kebaikanlah pulalah yang akan kita panen nantinya.
Dan sebaliknya, bila kita tanam keburukan dan kejahatan di dunia ini, maka kita
akan menerima balasan kejelekan فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ # وَمَن يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ



Komentar
Posting Komentar